Posted by: imronhamzah | January 5, 2009

Berawal dari Lampu Teplok Menjadi Holding Company

Inspirasi Maspion kepada Anda

alim_markusKalau ingat Pak Alim Markus, Presdir (Bos) Maspion Group, saya terus teringat dengan spirit entrepreneurnya. Saya sebenarnya sempat diberi kesempatan beliau untuk mampir dalam rangka wawancara khusus. Namun, karena kesibukan beliau, terpaksa obsesi tersebut harus kusimpan dulu. Meski demikian, saya tidak ingin melewatkan cerita-cerita tentang beliau.

Satu kalimat yang terus saya kenang ketika sempat omong-omong sama beliau di tengah-tengah kesibukan menjalankan bisnisnya adalah “You mesti harus punya semangat dan kerja keras untuk bisa sukses jadi pengusaha,” katanya waktu itu. Ini sangat relevan dengan pengalaman beliau yang telah makan garam dari mulai masih susah membangun bisnis hingga saat ini untuk tetap eksis di tengah gempuran produk luar negeri.

Read More…

Posted by: imronhamzah | December 31, 2008

Bagaimana Sepak Terjang Putera Sampoerna selanjutnya?

putera_sampoerna-145x150Siapa yang tidak kenal dengan Putera Sampoerna? Ya, Putera sempat mencengangkan publik dengan langkahnya melepaskan seluruh saham Sampoerna Group ke Philip Morris Internasional beberapa tahun silam. Berbagai kisah mengiringi keputusan kontroversialnya. Tapi, setelah sekian lama, terbukti bahwa langkah yang ditempuhnya sudah dipikirkan dengan matang. Buktinya, walau sudah melepaskan saham Sampoerna, Putera justru kian sukses. Pria kelahiran Schimdam, Belanda, 13 Oktober 1947 bertenger di urutan kelima pengusaha terkaya di Indonesia versi GLOBE Magazine 2008 dengan total kekayaan US$ 2.42 miliar. Read More…

Posted by: imronhamzah | December 23, 2008

Wal-Mart – Sam Walton’s Success Story

sam_walton“There is only one boss – the customer. And he can fire everybody in the company from the chairman on down, simply by spending his money somewhere else.”

Growing Up

Sam Walton’s career in retail began in 1940 when he become a sales trainee in Des Moines, Iowa at a J.C. Penney store. Despite his enthusiasm to serve the customers, Walton was not a model employee. His desire to make his customers happy was so great that he often let other responsibilities like paperwork and keeping the books fall by the wayside. He was almost fired by his boss who told him that he was not cut out for a career in retail. Walton kept his job, however, because of his ability as a great salesman. Read More…

Posted by: imronhamzah | December 20, 2008

The Warren Buffet Success Story

warren-buffetWarren Buffet is famous for being the world’s 3rd Richest Person, but most recently made the headlines for deciding to donate the majority of his wealth to the Bill and Melinda Gates Foundation. Will this socially responsible decision signal the start of a new era, where the super-rich begin to use their fortunes towards making the world a better place? Should there be more pressure on other billionaires to do the same, or do you think people who have worked hard all their life, spend their money however they want?
Warren Buffet’s incredible began his career as an entrepreneur at an early age. He started working at his father’s brokerage aged 11; the same year he bought some Cities Services shares at US$38.25 per share, his first of many stock market investments. He sold the Cities Services shares when the price hit US$40, then saw the price rise to $200 a few years later!This had a long-lasting effect on his investment outlook – invest in good companies for the long term! Read More…
Posted by: imronhamzah | December 11, 2008

Bob Sadino, Motor Entrepreneur Indonesia

bobsadinoSosok berambut putih, bercelana pendek, dan kadang mengisap rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Gaya bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Ia adalah Bob Sadino, pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya. Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar lebar, meski kadang hanya tampil sebagai figuran.

Penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. Ia menyebut bahwa kesuksesannya didapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja. Yang penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja. Read More…

Posted by: imronhamzah | December 10, 2008

KESALAHAN YANG SUKSES

success-is-99-failure-hondaColombus melakukan “kesalahan” yang besar dalam perjalannya mencari jalur ke India, karena ia malahan menemukan Benua Amerika. Bertahun-tahun kemudian, jutaan orang mengikuti “kesalahan” tersebut untuk menuai kemakmuran hidup mereka. Masihkah Anda menganggapnya sebagai kesalahan?
Bagaimana dg sejarah ditemukannya sabun? Bagaimana terjadinya aspal, bensin dan minyak? Tahukah Anda sejarah pembuatan teh? Dan banyak lagi proses barang-2 yang ada di sekitar semua. Tidak semuanya tercipta dengan sengaja, namun lebih dominan dari ketidaksengajaan dan kesalahan. Aneh bukan?
Sekarang, bila Anda merasa tidak pernah melakukan kesalahan atau kegagalan, maka Anda memiliki problem ditempat sangat serius. Hampir dipastikan Anda sedang berjalan di tempat atau tidak melakukan apa-apa. Anda tidak melangkah satu jengkalpun. SUNGGUH! Anda harus melakukan kaji-ulang tentang pergerakan Anda menuju sukses. Read More…

Posted by: imronhamzah | December 8, 2008

Inspiration Quotes

“Dalam mengevaluasi orang lain, Anda mencari tiga mutu : integritas, kecerdasan, dan energi. Jika Anda tidak memiliki yang pertama, dua yang lain akan membunuh Anda” (Warren Buffett, 1993)

Whatever the mind of man can conceive, It can Achieve” (Clement Stone)

Posted by: imronhamzah | December 7, 2008

The Difference between Strategy and Tactics

office-strategy1

I got a note from a frustrated marketer yesterday. She wanted to understand how to grow her business. It felt like they were doing everything right. They had a motivated, well-trained salesforce, a great product, a decent website, etc. Everyone was working super hard.

Her question: “We sell something to manufacturing companies, something that would essentially replace a large part of the plant operations team. Obviously, we can’t sell to them, because they want to get bigger, not smaller. We need to sell to the CEO, but we can’t get his attention because the savings involved aren’t big enough to get his attention. How do we get to the CEO?”

This feels like a tactical problem. It’s not. It’s a strategy question. And the strategy involves the entire business and the products they choose to sell.

Here’s the difference: The right strategy makes any tactic work better. The right strategy puts less pressure on executing your tactics perfectly.

Here’s the obligatory January skiing analogy: Carving your turns better is a tactic. Choosing the right ski area in the first place is a strategy. Everyone skis better in Utah, it turns out.

If you are tired of hammering your head against the wall, if it feels like you never are good enough, or that you’re working way too hard, it doesn’t mean you’re a loser. It means you’ve got the wrong strategy.

It takes real guts to abandon a strategy, especially if you’ve gotten super good at the tactics. That’s precisely the reason that switching strategies is often such a good idea. Because your competition is afraid to. Have u Strategy??

Posted by: imronhamzah | December 6, 2008

10 CIRI THE MOST POWERFUL PEOPLE

Steve Jobs, CEO Apple, The Most Powerful Businessman

Steve Jobs, CEO Apple, The Most Powerful Businessman

Menjadi The Most Powerful People sebuah membutuhkan prasyarat. Semuanya sudah ada dalam diri setiap orang. Hanya perlu mengubah mindset sehingga orang itu menjadi luar biasa. Secara singkat ada 10 ciri mereka yang masuk kategori tersebut, yaitu :

Mereka adalah orang yang optimis

Ciri orang ini diantaranya adalah berani mengambil risiko (risk taker), tetapi juga punya kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Mereka bukanlah orang nekad yang tindakannya tidak didasari pada pertimbangan-pertimbangan rasional. Sebaliknya, mereka ini adalah orang yang cepat merespon kesempatan dengan tindakan nyata untuk meraih keberhasilannya. Pada saat orang lain melihat sesuatu sebagai permasalahan, mereka justru melihatnya sebagai peluang.

Read More…

Posted by: imronhamzah | December 6, 2008

PERUBAHAN SEBAGAI PELUANG

Jack Welch

Jack Welch

Pada tahun 1981, Jack Welch yang berusia 45 tahun menjadi CEO ke delapan dan termuda dalam sejarah General Electric. Sejak pertama kali menjadi pemimpin, tujuan Welch adalah menjadikan GE sebagai perusahaan dunia yang paling kompetitif. Welch sadar bahwa bahwa untuk mengubah mimpi itu menjadi kenyataan, diperlukan tidak kurang sebuah revolusi.

Bagi Welch, perubahan merupakan bagian dari kehidupan dan sudah tentu
merupakan bagian dari bisnis. Ia mencintai perubahan dan mengatakan bahwa di perusahaannya perubahan “mengalir di dalam darah” karyawan. Bagaimana perasaan Welch mengenai perubahan dan bagaimana ia melibatkan orang di GE untuk merasakan hal itu memberikan perbedaan besar yang membuat perusahaan itu demikian berhasil.

Kebanyakan orang tidak menyukai perubahan. Welch menyadari hal ini tidak lama setelah ia mengambil alih perusahaan itu pada awal 1980-an. Ia
mengatakan bahwa perubahan berlangsung “dengan laju yang jauh lebih cepat dibandingkan reaksi bisnis terhadapnya. ” Ia mengetahui bahwa sejumlah besar perubahan diperlukan untuk membuat perusahaan itu hebat. Masalahnya adalah bahwa kebanyakan orang di GE-dan di perusahaan lain-tidak memahami mengapa keadaan harus berubah. Karena mereka berpendapat perusahaan itu sudah berjalan dengan baik.

Tetapi Welch adalah salah satu pimpinan bisnis yang pertama kali
“mengahadapi realitas.” Untuk menciptakan perusahaan yang dicita-citakannya, Welch harus mengubah hampir semua hal: focus perusahaan, produknya, sikapnya, perilakukanya, dan sebagainya. Hampir tidak ada satu pun yang bertahan sebagaimana sebelumnya dan ia ciptakan organisasi yang jauh lebih fleksibel dan jauh lebih kompetitif.

Kunci untuk membuat GE yang lebih baik adalah Welch dan semua yang lain di perusahaan itu harus merangkul perubahan, bukan takut terhadap perubahan. Ia melihat sebagai peluang, bukan ancaman (gagasan itu demikian penting bagianya sehingga ia menjadikannya sebagai nilai bersama di GE).

Untuk membantu orginsasi dan diri Anda, pandanglah perubahan sebagai
peluang. Camkan, bahwa perubahan adalah benang dalam kain kehidupan, selain itu juga dapat membawa banyak kebaikan. Perubahan tidak harus selalu mengacaukan keadaan dan membuat keadaan menjadi lebih buruk. Di dalam bisnis, perubahan kerap menjadi bunga api yang menyulut gagasan yang baik atau bisnis baru, atau produk baru yang revolusioner.

Inilah hal yang dapat membantu Anda agar perubahan dapat berhasil dalam
pekerjaan anda sendiri:

Sadari bahwa prubahan akan tetap bercokol: sadari selalu bahwa perubahan berada bersama anda dan tidak akan pernah meninggalkan anda. Jika anda menerima hal ini, dan memanfaatkannya, maka anda lebih unggul dibandingkan mereka yang tidak tahu bagaimana menghadapi perubahan.

Siap-siap menghadapi kemungkinan yang paling tidak diharapkan, tetapi cepat bergerak agar berada satu langkah dimuka: Welch sendiri bahkan tidak melihat kebanyakan siuasi yang akan dihadapi GE (misalnya internet). Kerap perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan hanyalah dengan langsung terjun ke dalam suatu situasi di saat pesaing tengah melakukan konsolidasi.

Persiapkan orang-orang di sekeliling anda untuk perubahan yang tidak terelakan yang akan mempengaruhi kehidupan mereka: yang harus siap bukan hanya anda, tetapi juga orang lain di sekitar anda. Bicaralah tentang perubahan dengan nada positif sehingga orang tidak menjadi takut. Bicarakan perubahan sebagai suatu peluang, bukan ancaman.

(Sumber : Jeffrey A. Krames, The Welch Way, hal 15)

*Learning Point:*

*Bagi Welch, perubahan merupakan bagian dari kehidupan dan sudah tentu merupakan bagian dari bisnis. **Ia mencintai perubahan dan di perusahaannya perubahan “mengalir di dalam darah” karyawan. *

*Kunci untuk membuat GE yang lebih baik adalah Welch dan semua yang lain di perusahaan itu harus merangkul perubahan, bukan takut terhadap perubahan. Ia melihat sebagai peluang, bukan ancaman (gagasan itu demikian penting bagianya sehingga ia menjadikannya sebagai nilai bersama di GE).

Older Posts »

Categories