
Jack Welch
Pada tahun 1981, Jack Welch yang berusia 45 tahun menjadi CEO ke delapan dan termuda dalam sejarah General Electric. Sejak pertama kali menjadi pemimpin, tujuan Welch adalah menjadikan GE sebagai perusahaan dunia yang paling kompetitif. Welch sadar bahwa bahwa untuk mengubah mimpi itu menjadi kenyataan, diperlukan tidak kurang sebuah revolusi.
Bagi Welch, perubahan merupakan bagian dari kehidupan dan sudah tentu
merupakan bagian dari bisnis. Ia mencintai perubahan dan mengatakan bahwa di perusahaannya perubahan “mengalir di dalam darah” karyawan. Bagaimana perasaan Welch mengenai perubahan dan bagaimana ia melibatkan orang di GE untuk merasakan hal itu memberikan perbedaan besar yang membuat perusahaan itu demikian berhasil.
Kebanyakan orang tidak menyukai perubahan. Welch menyadari hal ini tidak lama setelah ia mengambil alih perusahaan itu pada awal 1980-an. Ia
mengatakan bahwa perubahan berlangsung “dengan laju yang jauh lebih cepat dibandingkan reaksi bisnis terhadapnya. ” Ia mengetahui bahwa sejumlah besar perubahan diperlukan untuk membuat perusahaan itu hebat. Masalahnya adalah bahwa kebanyakan orang di GE-dan di perusahaan lain-tidak memahami mengapa keadaan harus berubah. Karena mereka berpendapat perusahaan itu sudah berjalan dengan baik.
Tetapi Welch adalah salah satu pimpinan bisnis yang pertama kali
“mengahadapi realitas.” Untuk menciptakan perusahaan yang dicita-citakannya, Welch harus mengubah hampir semua hal: focus perusahaan, produknya, sikapnya, perilakukanya, dan sebagainya. Hampir tidak ada satu pun yang bertahan sebagaimana sebelumnya dan ia ciptakan organisasi yang jauh lebih fleksibel dan jauh lebih kompetitif.
Kunci untuk membuat GE yang lebih baik adalah Welch dan semua yang lain di perusahaan itu harus merangkul perubahan, bukan takut terhadap perubahan. Ia melihat sebagai peluang, bukan ancaman (gagasan itu demikian penting bagianya sehingga ia menjadikannya sebagai nilai bersama di GE).
Untuk membantu orginsasi dan diri Anda, pandanglah perubahan sebagai
peluang. Camkan, bahwa perubahan adalah benang dalam kain kehidupan, selain itu juga dapat membawa banyak kebaikan. Perubahan tidak harus selalu mengacaukan keadaan dan membuat keadaan menjadi lebih buruk. Di dalam bisnis, perubahan kerap menjadi bunga api yang menyulut gagasan yang baik atau bisnis baru, atau produk baru yang revolusioner.
Inilah hal yang dapat membantu Anda agar perubahan dapat berhasil dalam
pekerjaan anda sendiri:
Sadari bahwa prubahan akan tetap bercokol: sadari selalu bahwa perubahan berada bersama anda dan tidak akan pernah meninggalkan anda. Jika anda menerima hal ini, dan memanfaatkannya, maka anda lebih unggul dibandingkan mereka yang tidak tahu bagaimana menghadapi perubahan.
Siap-siap menghadapi kemungkinan yang paling tidak diharapkan, tetapi cepat bergerak agar berada satu langkah dimuka: Welch sendiri bahkan tidak melihat kebanyakan siuasi yang akan dihadapi GE (misalnya internet). Kerap perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan hanyalah dengan langsung terjun ke dalam suatu situasi di saat pesaing tengah melakukan konsolidasi.
Persiapkan orang-orang di sekeliling anda untuk perubahan yang tidak terelakan yang akan mempengaruhi kehidupan mereka: yang harus siap bukan hanya anda, tetapi juga orang lain di sekitar anda. Bicaralah tentang perubahan dengan nada positif sehingga orang tidak menjadi takut. Bicarakan perubahan sebagai suatu peluang, bukan ancaman.
(Sumber : Jeffrey A. Krames, The Welch Way, hal 15)
*Learning Point:*
*Bagi Welch, perubahan merupakan bagian dari kehidupan dan sudah tentu merupakan bagian dari bisnis. **Ia mencintai perubahan dan di perusahaannya perubahan “mengalir di dalam darah” karyawan. *
*Kunci untuk membuat GE yang lebih baik adalah Welch dan semua yang lain di perusahaan itu harus merangkul perubahan, bukan takut terhadap perubahan. Ia melihat sebagai peluang, bukan ancaman (gagasan itu demikian penting bagianya sehingga ia menjadikannya sebagai nilai bersama di GE).